Kebutuhan perjalanan lansia berbeda-beda. Ada penumpang yang bepergian mandiri, ada yang memerlukan bantuan pada bagian tertentu. Tanyakan langsung bagian perjalanan mana yang terasa sulit sebelum menentukan kendaraan atau peran pendamping.
PM 98 Tahun 2017 mencakup penumpang lanjut usia dalam pengaturan aksesibilitas transportasi publik. Tetap periksa fasilitas yang tersedia pada rute serta keberangkatan yang dipilih.
Pilih rute yang mudah diikuti
Pertimbangkan jumlah perpindahan, jarak berjalan, dan perubahan ketinggian jalur. Rute dengan sedikit transit dapat lebih mudah diikuti meskipun waktu di kendaraan sedikit lebih panjang.
Periksa akses ke toilet dan tempat duduk di titik tunggu. Pada kunjungan sosial atau belanja, perhitungkan juga perjalanan pulang dan barang yang akan dibawa.
Sisakan waktu untuk naik turun
Hindari jadwal yang membuat penumpang harus bergegas dari satu moda ke moda lain. Jelaskan kepada operator bila penumpang memerlukan waktu tambahan saat masuk, duduk, atau keluar dari kendaraan.
Tentukan titik jemput yang mudah ditemukan dan tidak menuntut berjalan jauh. Konfirmasikan tempat berhenti kendaraan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan akses trotoar.
Bantuan dimulai dengan persetujuan
- Tanyakan apakah penumpang menginginkan pendamping sepanjang perjalanan.
- Sepakati bantuan untuk membawa barang atau menunjukkan arah.
- Konfirmasikan penyimpanan tongkat, alat bantu, atau barang penumpang.
- Pastikan penumpang mengetahui tujuan, jadwal, dan rencana pulang.
- Simpan kontak operator serta orang yang dapat dihubungi bila rencana berubah.
Gunakan pengalaman untuk perjalanan berikutnya
Setelah perjalanan, catat bagian yang berjalan baik dan bagian yang menyulitkan. Pertanyaan tentang akses pintu, kenyamanan titik tunggu, dan jumlah transit lebih berguna daripada penilaian yang hanya berfokus pada kecepatan.
Jika kebutuhan bantuan berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu, ikuti arahan tenaga kesehatan yang mengenal kebutuhan penumpang. Panduan transportasi ini tidak menentukan batas aktivitas atau kebutuhan perawatan seseorang.
Contoh: membandingkan dua rute untuk kegiatan belanja
Pertimbangkan dua pilihan menuju tempat belanja: rute pertama lebih singkat tetapi membutuhkan dua perpindahan dan berjalan dari halte; rute kedua lebih lama di kendaraan tetapi berhenti dekat pintu. Jangan langsung menetapkan pilihan hanya dari durasi. Tanyakan kepada penumpang apakah mereka lebih nyaman berjalan, menunggu, atau duduk lebih lama. Contoh ini adalah perbandingan perencanaan, bukan rekomendasi rute tertentu.
Tulis konsekuensi setiap pilihan, termasuk tempat menunggu, jalur masuk, dan perjalanan dengan barang saat pulang. Bila penumpang memilih rute dengan transit, pastikan ada cara meminta bantuan atau mengubah rencana ketika diperlukan. Bila memilih perjalanan langsung, periksa apakah titik turun benar-benar dekat pintu yang akan digunakan. Kesepakatan menjadi lebih jelas ketika penumpang mengetahui alasan di balik setiap pilihan.
Buat petunjuk perjalanan dalam bentuk yang dipilih penumpang
Tidak semua orang menginginkan petunjuk melalui aplikasi, dan usia saja tidak menentukan kemampuan memakai telepon. Tanyakan bentuk informasi yang paling mudah digunakan: pesan singkat, catatan cetak, peta, atau penjelasan langsung. Buat petunjuk berdasarkan urutan tindakan agar pembaca tidak perlu menebak langkah berikutnya.
- Cantumkan penanda titik jemput yang tetap, seperti nama pintu, bukan hanya 'di depan gedung'.
- Tuliskan urutan turun, menuju pintu masuk, dan bertemu pendamping dengan kalimat pendek.
- Pisahkan catatan perjalanan pergi dan pulang supaya titik jemput tidak tertukar.
- Minta penumpang menjelaskan kembali pilihan rutenya untuk mengetahui bagian yang perlu diperjelas, tanpa menjadikannya tes kemampuan.
- Simpan informasi yang diperlukan pada catatan yang dapat dibaca ketika sambungan internet tidak tersedia.
Sepakati kapan rencana boleh disederhanakan
Sebelum berangkat, diskusikan pilihan jika kegiatan berlangsung lebih lama atau penumpang ingin pulang lebih awal. Misalnya, dahulukan satu tujuan utama dan jadikan tujuan tambahan sebagai pilihan. Dengan begitu, perubahan tidak harus diputuskan terburu-buru ketika semua orang sudah berada di jalan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menambahkan banyak pemberhentian karena dianggap sekalian, padahal kebutuhan berjalan dan menunggu ikut bertambah. Kesalahan lain adalah pendamping menjawab semua pertanyaan operator tanpa memberi kesempatan kepada penumpang. Arahkan percakapan kepada penumpang terlebih dahulu, lalu bantu menjelaskan jika diminta. Setelah kegiatan, tanyakan bagian mana yang ingin dipertahankan atau diubah; gunakan jawabannya untuk menyusun perjalanan berikutnya.
RUJUKAN
Sumber informasi
Informasi layanan dapat berubah. Konfirmasikan kebutuhan perjalanan melalui kanal resmi sebelum berangkat.

